Orang Tua dan Anak…..FiiiuuuuuHHhhhhh..!!!!!

Orang tua dan anak adalah satu bagian yang tidak bisa dipisahkan, begitu seseorang mendapat gelar ataupun status sebagi orang tua ataupun anak maka mereka akan menjadi satu bagian yang tidak akan terpisahkan sampai mati nantinya, bahkan sampai di akhirat nantinya.

Apapun yang terjadi antara orang tua dan anak tersebut maka taidak akan pernah terjadi perubahan status diantara mereka, tidak ada status yang berubah dari orang tua ku menjadi mantan orang tua ku, ataupun sebaliknya status anak ku berubah menjadi mantan anak ku.

Tapi dalam kehidupan nyata tidak bisa tdak, pasti terjadi perbedaan antara orang tua dengan anaknya sehingga terjadilah konflik antara mereka, dan konflik ini telah terjadi sejak lama. Kenapa??????

Ada 2 alasan yang sangat mendasar dan klasik yang menyebabkan banyak terjadi konflik antara anak dan orang tuanya, yaitu :

  1. Alasan pertama yang paling mendasar dan sederhana tentu saja karena mereka bebeda zaman.

Orang tua yang merasa pernah menjadi anak memakai referensi pengalamannya sebagai pegangan dalam mendidik anaknya. Padahal, sering sekali referensi tersebut tidak lagi sesuai dengan zaman anaknya. Tapi berhubung orang tua lebih tua dan lebih berpengalaman, jadi sah – sah saja mereka menuntut anaknya untuk melakukan hal sama dengan yang biasa mereka lakukan sejak kecil, sehingga mereka merasa aman jika anaknya mengikuti jalan yang pernah mereka lewati, dengan begitu mereka yakin bahwa anaknya akan selamat seperti mereka juga.

2.  Alasan yang kedua (yang tidak kalah klasiknya) adalah orang tua merasa memiliki anaknya.

Banyak orang tua tanpa mereka sadari menganggap anaknya seperti barang – barang milik mereka sehingga sebagai pemilik barang mereka merasa berhak dan sangat berkuasa atas barang tesebut diapakan saja, sehingga sangat berkuasa atas hidup anaknya.

Bagaimana mensiasati hal ini…????

Jawabannya cuma satu, yaitu ; komunikasi yang baik. Jika orang tua dan anak menyadari bahwa mereka dipisahkan oleh zaman, teknologi, pengalaman, pengetahuan, kebiasaan, dan sifat yang berbeda. Maka sejak awal orang tua yang telah dulu mengalami kehidupan harus lebih dahulu mencoba membangun komunikasi dua arah yang terbuka dan saling menghormati.

Apalagi zaman sekarang, banyak anak yang wawasan dan pengetahuannya lebih luas dari orang tuanya, maka sebagai orang tua haus berusaha menciptakan komunikasi yang baik antara keduanya sehingga akan menciptakan situasi yang sama – sama enak. Bukan cuma anak yang belajar dari orangtua nya, tapi orangtua juga bisa belajar dari anak tanpa harus malu dan gengsi…

semoga kita semua bisa menciptakan situasi yang baik antara kita dan anak ataupun kita dan orangtua kita…